Sabtu, Agustus 01, 2009

kondom? Alamak..


Suatu siang yg puanas (jarang2 Medan sejuk) aku dan anak gadisku -Cynthia- jalan ke pajus (pajak USU). Niatnya mw beli ATK buat adiknya sekalian liat2 apa yg bisa diliat. Ketika aku sibuk memilih cover buku (anakku yg kecil laki, so pasti gak suka yg bergambar hello kitty apalah), tiba-tiba Cyn menghampiri. Dibisikkannya ke telingaku: "Mah, aku lg seneng nih. Baru beli kondom.."

Kalo bisa pingsan, rasanya pengen pingsan aku denger permintaan anakku. Betul2 gak siap! Bayangkan... gadisku yg baru semalam kumarahi karena malas cuci piring, tiba2 minta kondom? Dia yg baru minggu lalu ngelendot pada papanya sebagai bagian dari taktik merayu ngantar-jemput dia ke rumah kawan yg nun jauh disana, tau2 dengan antengnya minta kondom? Emangnya kondom itu se'ringan' :"mah, aku beli permen" atau "mah, aku pergi sebentar ke warung ya". Apapun itu..

Gak bisa kebayang kalo aku seusianya dulu bilang ke mama : "Ma, aku mau beli kondom". Kurasa mama bakal pingsan sebelum kalimat "...dom" itu kuselesaikan. Mama emang msh tradisionil, maklum produk jadul. Tapi lha, aku yg ngaku modern aja shock berat gn..Gak terima guaaaa..

Sadar pandangan 'pengen nabok' dari mataku, anakku ngulurkan handphonenya yg lama, yg sudah dibalut dengan karet warna ungu. Untunglah otakku yg belum berkarat ini langsung nalar, bahwa "kondom" yg dimaksud adalah pembungkus handphone yg terbuat dari karet warna-warni.

Dengan tampang gak mau kalah (padahal malu juga, gak gaul, gak tau yg namanya kondom bukan yang cuma dipake di kamar), aku mengerucutkan mulut: "Masa' ungu sih? Kayak warna banci, gituuu.."

"Ma.."anakku natap aku dengan tenang, seolah mau ngajar anak kecil mengeja,"Warna ungu itu warna janda, ma.. Bukan banci. Lagian ungu cantik kok.."
Tau kan mukaku kayak apa, baru tau ungu itu warna janda..

Ya deh, selamat pakai kondom baru..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Rumah Kiku Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP