Kalo dipikir-pikir pendidikan sangat penting bagi manusia, bukan hanya untuk menambah ilmu tapi terlebih untuk meningkatkan kualitas manusia itu sendiri. Sekolah memberi ilmu yg sama pada setiap murid, tapi di sekolahlah kita justru belajar hal yang lain, budi pekerti, the way of mind, cara pandang, dst..yang mendapat output yang berbeda-beda.
Baru-baru ini seorang teman berbuat kasar padaku. Ini bukan yang pertama kalinya. Selama ini aku berusaha untuk sabar meskipun dia seolah meng-under estimate ku, cuek aja. Dia sendiri selalu diejek karena kekurangannya jadi aku merasa dia kasar pada semua orang karena kemarahan dan ketidakpuasan terhadap dirinya sendiri. Tapi di sisi lain dia unik, berbakat. Aku yang selalu menjadi tempat curhat semua orang langsung mengasihi, memahami dan berusaha menjadi temannya.
Peristiwa baru-baru ini menyadarkan bahwa aku salah. Tidak semua orang harus menjadi teman kita, ternyata. Aku lebih mementingkan komunitas, sehingga lebih baik aku mundur. Brantem aja aku gak bisa, lawanku yg sejago itu pula kasarnya. Aku langsung diremove dari pertemanan di fb nya (haha..). Klo ketemu muka melengos kayak apaaa gitu deh.. Tak apalah.
Banyak temanku yg tak sempurna tak sekasar dia. Ini bukan lagi karena kemarahan dan ketidakpuasan. Selidik punya selidik ternyata semua terletak pada pendidikan.
Jadi kalo wakil rakyat berkomentar/bersikap kasar di DPR sana, patut dipertanyakan pendidikannya. Jangan2 dulu banyak bolosnya... :P
Minggu, Maret 21, 2010
Kamis, Maret 04, 2010
Nulis Lagi
Diposkan oleh
Rumah Kiku
Hoaaa... kangen sekali.. Baru ini buka blog dan ternyata oh ternyata sudah 3 bulan, cong, gak nulis. Keseringan nulis order -ceilee- dan catat hasil meeting yang penting-gak penting. Entah kenapa liat Gus-ku nulis blog nya tadi pagi kok ngiriii, gitu. Syukurlah aku masih ingat ID dan passwordnya, as you know lah, aku paling ngengek kalo' soal rahasia2an.
Sejak aku kembali ke dunia kerja 4 bulan yang lalu, waktu memang terasa semakin pendek. Begitu buka mata sudah harus menyiapkan Ken pergi sekolah, merendam cucian, bersih2.. Bersih2 ini yang paling makan waktu tapi aku senang2 saja melakukannya -ada bakat jadi prt kalee- saat pure housewife. Sekarang pagi hari setelah Ken berangkat adalah saat2 terindah dalam hidupku kalau aku bisa nyuri waktu untuk tidur. Resehnya yang namanya nyuri bisa kelalapan sampai setengah jam sebelum jam masuk kantor. Disertai kutuk dan sumpah2 gak mw tidur pagi lagi, aku mandi. Dan cucian tadi terlupakan..
Gak heran kalau kaus kaki, cd sampai daleman yang jadi favorit seisi rumah kadang tidak langsung tersedia. Karena diteror terus terutama dari anak2, aku menyerah tidak akan nyuri waktu meskipun teras belakang sejuk, angin sawah bertiup menggoda, sofa dengan bantal2nya manggil2.. Aaaaarghh :(
Dan akhirnya setelah 4 bulan menyesuaikan diri, aku nyaman dengan jam biologisku. Apa seh? Haha.. Sambil nunggu rendaman aku bisa nge net, bersih-bersih atw masak. Jadi waktu pagi tak terbuang percuma. Gak ngantuk? Ya eyalah, habis makan siang pengennya nyungsep di kasur. Tapi karena di kantor dicarilah lokasi yang aman. mw tw dimana? Ada aja! :P
Sejak aku kembali ke dunia kerja 4 bulan yang lalu, waktu memang terasa semakin pendek. Begitu buka mata sudah harus menyiapkan Ken pergi sekolah, merendam cucian, bersih2.. Bersih2 ini yang paling makan waktu tapi aku senang2 saja melakukannya -ada bakat jadi prt kalee- saat pure housewife. Sekarang pagi hari setelah Ken berangkat adalah saat2 terindah dalam hidupku kalau aku bisa nyuri waktu untuk tidur. Resehnya yang namanya nyuri bisa kelalapan sampai setengah jam sebelum jam masuk kantor. Disertai kutuk dan sumpah2 gak mw tidur pagi lagi, aku mandi. Dan cucian tadi terlupakan..
Gak heran kalau kaus kaki, cd sampai daleman yang jadi favorit seisi rumah kadang tidak langsung tersedia. Karena diteror terus terutama dari anak2, aku menyerah tidak akan nyuri waktu meskipun teras belakang sejuk, angin sawah bertiup menggoda, sofa dengan bantal2nya manggil2.. Aaaaarghh :(
Dan akhirnya setelah 4 bulan menyesuaikan diri, aku nyaman dengan jam biologisku. Apa seh? Haha.. Sambil nunggu rendaman aku bisa nge net, bersih-bersih atw masak. Jadi waktu pagi tak terbuang percuma. Gak ngantuk? Ya eyalah, habis makan siang pengennya nyungsep di kasur. Tapi karena di kantor dicarilah lokasi yang aman. mw tw dimana? Ada aja! :P
Sabtu, Desember 05, 2009
Pohon Doa
Diposkan oleh
Rumah Kiku
Desember tlah tiba!
Hari ini aku berencana mendirikan pohon natal lengkap dengan hiasan2nya sekalian dandanin rumah. Tadi malam sebelum tidur aku sudah berangan-angan apa yg akan menjadi tema pohon natal tahun ini. Sejak Ken duduk di kelas 1 SD tiap tahun aku mulai membuat tema untuk pohon natalku:
tahun 1: Kuning emas (semua yg emas dan kuning, segala macam pita dan pernik)
tahun 2: Biru (biru tua, biru muda dan perak)
tahun 3: ungu (pink, mirabella, ungu merah)
tahun 4: merah-gold-hijau (abis ide, gak tw lg)
tahun 5: batik (batik alas setrika,jadi 120 an lebih. Sumpah, unik bgt. Byk yg suka)
tahun 6: ?
Tahun ini banyak banget pergumulan dan berkat yg dilimpahkan padaku. Jadi aku akan menghias pohon natal tahun ini dengan menjadikannya pohon doa. Masing2 penduduk di rumah menulis namanya sendiri, lalu di baliknya ditulis doa syukur untuk hal baik yg boleh terjadi tahun 2009 (termasuk untuk kebaikan teman2 berbeda iman) dan doa permintaan untuk tahun 2010. Semua ditulis diatas semacam karton warna yg cantik2 (banyak di gramed). Pada saat pohon disimpan, doa untuk 2010 disimpan, nanti thn baru 2011 dibuka, dihitung berapa doa yg dikabulkan. Kan katanaaa disulu itung belkat.. Betul tak?
Kucekek deh orang yg bilang pohon natalku jelek, soalnya barusan siap dan sumpeee.. bagus bgt. Gradasi warnanya, bola2 doanya..
Hhhh...jd ibu2 hrs kreatif juga yah?
Hari ini aku berencana mendirikan pohon natal lengkap dengan hiasan2nya sekalian dandanin rumah. Tadi malam sebelum tidur aku sudah berangan-angan apa yg akan menjadi tema pohon natal tahun ini. Sejak Ken duduk di kelas 1 SD tiap tahun aku mulai membuat tema untuk pohon natalku:
tahun 1: Kuning emas (semua yg emas dan kuning, segala macam pita dan pernik)
tahun 2: Biru (biru tua, biru muda dan perak)
tahun 3: ungu (pink, mirabella, ungu merah)
tahun 4: merah-gold-hijau (abis ide, gak tw lg)
tahun 5: batik (batik alas setrika,jadi 120 an lebih. Sumpah, unik bgt. Byk yg suka)
tahun 6: ?
Tahun ini banyak banget pergumulan dan berkat yg dilimpahkan padaku. Jadi aku akan menghias pohon natal tahun ini dengan menjadikannya pohon doa. Masing2 penduduk di rumah menulis namanya sendiri, lalu di baliknya ditulis doa syukur untuk hal baik yg boleh terjadi tahun 2009 (termasuk untuk kebaikan teman2 berbeda iman) dan doa permintaan untuk tahun 2010. Semua ditulis diatas semacam karton warna yg cantik2 (banyak di gramed). Pada saat pohon disimpan, doa untuk 2010 disimpan, nanti thn baru 2011 dibuka, dihitung berapa doa yg dikabulkan. Kan katanaaa disulu itung belkat.. Betul tak?
Kucekek deh orang yg bilang pohon natalku jelek, soalnya barusan siap dan sumpeee.. bagus bgt. Gradasi warnanya, bola2 doanya..
Hhhh...jd ibu2 hrs kreatif juga yah?
Kamis, November 12, 2009
Streeeess..
Diposkan oleh
Rumah Kiku
Tambah stres satu lagi.
Tetanggaku buka warnet, lumayan keren. Cepat, udaranya bersih (gak ada atw blm ada yg ngerokok), lagu2nya enak. Di sebelah ada cafe pula. Tadinya aku udah gak cinta lagi ama FB. Ngisi blog ku skali2. Nyeker2 di rumah mbah google jg skali2.. Tapi krn tetangga usil buka warnet, jadilah..
Abis antar Ken pagi2, 30 menit. Abis masak 30 menit. Nunggu mahgrib (wajib manasin makan mlm mahgrib), 15 menit. Abis ngajarin Ken blajar, 2 jam. Mak eeee.. Dan sebalnya bukan cuma aku di rumah ini yg udah gila net. Gus-ku gak usah ditanya lagi lah yaa.. Gus lagi mbujuk tetanggaku itu bikin paket 6 jam = 10 ribu (kayak tarif dkt kampus kalo tengah mlm). Gus yg gila IT mrasa gak cukup cuma 1-2 jam sehari. Cynth pulang jam 11 mlm, itupun krn dijemput adiknya. Sekalian bw bantal ya nak. Ken sibuk merengek minta dibikin FB, dan krn blm diizinkan, dia main game on line. Mama yg 72 th, nganggap laptop huruf kanji nya kurang seru, ikut2an pula. Rela menghilangkan jam tidur siangnya.. Cepat kaya deh warnet punya tetangga kayak kami ini..
Nah, semua itu kalau dikalikan ya banyak jg kan? Padahal sengaja speedy di rumah dihentikan, biar via warnet aja, bisa dikontrol pengeluaran.. Lah ini kalo gini ceritanya bisa hazab dirazab.. Soalnya boleh nge-bon :D
Ngerti kan, kenapa jadi tambah stres di awal tadi?
Tetanggaku buka warnet, lumayan keren. Cepat, udaranya bersih (gak ada atw blm ada yg ngerokok), lagu2nya enak. Di sebelah ada cafe pula. Tadinya aku udah gak cinta lagi ama FB. Ngisi blog ku skali2. Nyeker2 di rumah mbah google jg skali2.. Tapi krn tetangga usil buka warnet, jadilah..
Abis antar Ken pagi2, 30 menit. Abis masak 30 menit. Nunggu mahgrib (wajib manasin makan mlm mahgrib), 15 menit. Abis ngajarin Ken blajar, 2 jam. Mak eeee.. Dan sebalnya bukan cuma aku di rumah ini yg udah gila net. Gus-ku gak usah ditanya lagi lah yaa.. Gus lagi mbujuk tetanggaku itu bikin paket 6 jam = 10 ribu (kayak tarif dkt kampus kalo tengah mlm). Gus yg gila IT mrasa gak cukup cuma 1-2 jam sehari. Cynth pulang jam 11 mlm, itupun krn dijemput adiknya. Sekalian bw bantal ya nak. Ken sibuk merengek minta dibikin FB, dan krn blm diizinkan, dia main game on line. Mama yg 72 th, nganggap laptop huruf kanji nya kurang seru, ikut2an pula. Rela menghilangkan jam tidur siangnya.. Cepat kaya deh warnet punya tetangga kayak kami ini..
Nah, semua itu kalau dikalikan ya banyak jg kan? Padahal sengaja speedy di rumah dihentikan, biar via warnet aja, bisa dikontrol pengeluaran.. Lah ini kalo gini ceritanya bisa hazab dirazab.. Soalnya boleh nge-bon :D
Ngerti kan, kenapa jadi tambah stres di awal tadi?
Sabtu, November 07, 2009
Ulang Tahun
Diposkan oleh
Rumah Kiku
Gila.
Lama juga gak ngisi rumahku ini. Asyik dengan kehidupan nyata, yg maya lupa deh sementara. Baru inget ini ketika ultah banyak yg ngasih selamat. Baru ingat punya rumah yg perlu disambangin jg.
Di rumah, seminggu sebelum ultahku, biasanya aku udah koar2 : tanggal 4 mm ulangtahuuuun.. Jangan lupa kado ya.. Ntar ada yg nyeletuk mau kasih ini-itu, pokoknya yg gratisan. Namanya jg anak2. Malah ada yg minta modal lagi, buat beli kado. Plis deh.. Kalo Gus-ku mah malah senyum kecut :"Streeees.."
Enaknya ulangtahun di rumah gak pernah jauh2 dari umur anak2ku. Kayak hari ini, karena lilin umurku sengaja gak dibeli, jadilah pakai lilin bekas ultah Cynth. 18. Jadi siapa bilang aku tambah tua? 18 booook.. Masih gres. Masih bisa jatuh cinta lagi, patah lagi, jatuh lagi... ups..
Ucapan yg paling mengharukan itu datangnya dari komunitas dulu. Namanya dari semua abjad A sampe Z (kental bener ngibulnya hehe). Entah krn diingatkan FB atau emang dari hati (aku percaya dari hati kok), terharu jg, aku yg tiada eh masih dianggap ada.
Eniwe, makasih banyak buat semua. Tanpa kecuali. Tuhan yg membalas semua kebaikan kalian... Udaaaahhh.. nangis bombay lg gw... hiks..hiks.. Bukan krn terharu tadi. Tapi krn baru nyadar, udah tambah tua.
Lama juga gak ngisi rumahku ini. Asyik dengan kehidupan nyata, yg maya lupa deh sementara. Baru inget ini ketika ultah banyak yg ngasih selamat. Baru ingat punya rumah yg perlu disambangin jg.
Di rumah, seminggu sebelum ultahku, biasanya aku udah koar2 : tanggal 4 mm ulangtahuuuun.. Jangan lupa kado ya.. Ntar ada yg nyeletuk mau kasih ini-itu, pokoknya yg gratisan. Namanya jg anak2. Malah ada yg minta modal lagi, buat beli kado. Plis deh.. Kalo Gus-ku mah malah senyum kecut :"Streeees.."
Enaknya ulangtahun di rumah gak pernah jauh2 dari umur anak2ku. Kayak hari ini, karena lilin umurku sengaja gak dibeli, jadilah pakai lilin bekas ultah Cynth. 18. Jadi siapa bilang aku tambah tua? 18 booook.. Masih gres. Masih bisa jatuh cinta lagi, patah lagi, jatuh lagi... ups..
Ucapan yg paling mengharukan itu datangnya dari komunitas dulu. Namanya dari semua abjad A sampe Z (kental bener ngibulnya hehe). Entah krn diingatkan FB atau emang dari hati (aku percaya dari hati kok), terharu jg, aku yg tiada eh masih dianggap ada.
Eniwe, makasih banyak buat semua. Tanpa kecuali. Tuhan yg membalas semua kebaikan kalian... Udaaaahhh.. nangis bombay lg gw... hiks..hiks.. Bukan krn terharu tadi. Tapi krn baru nyadar, udah tambah tua.
Sabtu, Oktober 03, 2009
Komunikasi
Diposkan oleh
Rumah Kiku
Pada saat menikah semua orang mengira dan berharap telah menemukan soulmate atau pasangan sejati atau tulang rusuk, whateverlah.. Menurutku (entah betul tidak loh), 80-90% pasangan menikah sebetulnya bukan pasangan yg betul-betul "panci dengan tutup". Mungkin 65-75% diantaranya adalah pasangan yg BERUSAHA mencocok-cocokkan diri dengan pasangannya. Kadang sampai mati.
Kalau pasangan tadi tidak berusaha, maka akhirnya mereka merasa menemukan fakta bahwa ternyata anda panci no 10, sedangkan aku tutup no 9. Jadi gak cocok. Padahal belum tentu seperti itu. Bisa saja panci tadi cocok dengan tutupnya. Tapi karena keseringan dipakai dan tidak ada maintenance, akhirnya jadi gak klop.
Salah satu masalah yg sering terjadi pada si panci dan tutup tadi adalah KOMUNIKASI.
Aku bersyukur diberkati Tuhan dengan suami pendiam. Dulu kayaknya cowok pendiam itu, cool, keren. Mana anaknya pintar, baik hati, alim pula. Tapi lama-lama, diamnya ini keterlampauan, karena tidak ada yg mengimbangi aku, si rame. Sepet deh.
Waktu mengeluh ke mama, malah diledekin,"Lah kalao dua-duanya rame, yg dengerin kamu sapa?".. Ya, iya sih.. Tapi dengan berjalannya waktu, masalahnya balik ke itu-itu lagi. Komunikasi. Gus suami yg bijak, pintar, berwawasan sangat luas, pandangan positif, selalu haus dengan ilmu baru, tapi peliiiit sekali bicara. Apalagi kalo gak ada duit :P
Pulang belanja, sambil menggebu2 aku "melapor" pandangan mata kayak reporter jalanan. Ia hanya menjawab'"Hmmm..hmmm..", matanya gak lepas2 dari laptop.
"Dengar gak, nih.." tanyaku.
"Iya, dengar.."
Aku semakin semangat cerita. Sekonyong2 terlintas rasa curiga. Hampir klimaks cerita, aku diam tiba2. Gus diam juga. 1 detik, 5 detik, 10, 15... Tuh kan? Bener dugaanku, Gus gak dengerin!!
"Katanya dengerin? Mana?" sungutku sebal.
"Kayak radio, gitu loh.. Kan penyiarnya cuap-cuap gak perlu disahut2in pendengarnya." sahutnya enteng. Bisa gak sih waktu balik lagi ke belakang? Aku ingin calon suamiku lulus uji: Bersediakah kamu mendengar kalau aku berbicara? Gak cuma dengar, tapi ikut komen2 juga..
Untung aja maintenance nya tokcer. Kalau gak, lupa deh semua janji waktu nikah dulu. Atau kebalik, karena ingat janji nikah, maka selalu diupayakan maintenancenya paten.
Kedua anakku kuliah di KOMUNIKASI. Yg besar di atmajaya, adiknya baru masuk USU. Kupikir bapaknya perlu juga kuliah bersama mereka. Aku sendiri yg memastikan Gus tidak bolos satu kali pun mata kuliahnya :)
Kalau pasangan tadi tidak berusaha, maka akhirnya mereka merasa menemukan fakta bahwa ternyata anda panci no 10, sedangkan aku tutup no 9. Jadi gak cocok. Padahal belum tentu seperti itu. Bisa saja panci tadi cocok dengan tutupnya. Tapi karena keseringan dipakai dan tidak ada maintenance, akhirnya jadi gak klop.
Salah satu masalah yg sering terjadi pada si panci dan tutup tadi adalah KOMUNIKASI.
Aku bersyukur diberkati Tuhan dengan suami pendiam. Dulu kayaknya cowok pendiam itu, cool, keren. Mana anaknya pintar, baik hati, alim pula. Tapi lama-lama, diamnya ini keterlampauan, karena tidak ada yg mengimbangi aku, si rame. Sepet deh.
Waktu mengeluh ke mama, malah diledekin,"Lah kalao dua-duanya rame, yg dengerin kamu sapa?".. Ya, iya sih.. Tapi dengan berjalannya waktu, masalahnya balik ke itu-itu lagi. Komunikasi. Gus suami yg bijak, pintar, berwawasan sangat luas, pandangan positif, selalu haus dengan ilmu baru, tapi peliiiit sekali bicara. Apalagi kalo gak ada duit :P
Pulang belanja, sambil menggebu2 aku "melapor" pandangan mata kayak reporter jalanan. Ia hanya menjawab'"Hmmm..hmmm..", matanya gak lepas2 dari laptop.
"Dengar gak, nih.." tanyaku.
"Iya, dengar.."
Aku semakin semangat cerita. Sekonyong2 terlintas rasa curiga. Hampir klimaks cerita, aku diam tiba2. Gus diam juga. 1 detik, 5 detik, 10, 15... Tuh kan? Bener dugaanku, Gus gak dengerin!!
"Katanya dengerin? Mana?" sungutku sebal.
"Kayak radio, gitu loh.. Kan penyiarnya cuap-cuap gak perlu disahut2in pendengarnya." sahutnya enteng. Bisa gak sih waktu balik lagi ke belakang? Aku ingin calon suamiku lulus uji: Bersediakah kamu mendengar kalau aku berbicara? Gak cuma dengar, tapi ikut komen2 juga..
Untung aja maintenance nya tokcer. Kalau gak, lupa deh semua janji waktu nikah dulu. Atau kebalik, karena ingat janji nikah, maka selalu diupayakan maintenancenya paten.
Kedua anakku kuliah di KOMUNIKASI. Yg besar di atmajaya, adiknya baru masuk USU. Kupikir bapaknya perlu juga kuliah bersama mereka. Aku sendiri yg memastikan Gus tidak bolos satu kali pun mata kuliahnya :)
2300 untuk sahabat
Diposkan oleh
Rumah Kiku
Dulu aku punya sahabat, sebut sajalah, X. Kami berteman sejak TK dan kian lengket hingga lebih 49 tahun. Tidak selalu mulus memang namun biasanya bisa diatasi. Banyak kenangan yg terjadi antara kami. Aku pernah menghadiahkan jaket (yg menurutku cuantiiik) ternyata kesempitan, kependekan dan tentu saja jelek bener jadinya. Uh, bikin malu. Karena cintanya dengan sang pacar tak disetujui ortu, mereka selalu bikin janji temu di rumahku. Kalau diingat2 sekarang, kok berani ya aku? Coba kalau bapak X tau, bisa digunduli kalee.. Kalau cerita minjem baju gak dibalik2in, sering. Dibalikin sih sebetulnya. Tapi karena abis mandi gak bawa baju, akhirnya baju tadi dipake lagi. Taktik gue sih.. Soalnya naksir betul bajunya. Aku selalu ingat ultahnya. Dia justru gak pernah. Apalagi setelah dia pindah ke lain kota dan pekerjaan barunya menyita banyak waktu dan perhatian. Banyak lagi kenangan2 konyol lainnya..
Walaupun jauh, kami masih kerap bercerita via telp rahasia besar-kecil bahkan hingga cerita2 gak penting. Kehidupannya yg "menaik" dan sukses butuh orang sepertiku untuk keseimbangan hidupnya. Orang2 diluar kehidupan sosialnya. Yg bisa ngomong sak enake wae. Yg bisa bikin dia ketawa ngakak dan curhat bahkan yg tak terpikirkan orang lain saat melihatnya sehari-hari. Dia perlu aku.
Tak lengkap rasanya kalau tak sampai kesedihanku di telinganya. Tak puas rasanya kalau aku tak mentraktirnya walaupun itu artinya semangkok es campur dunia iwan. Aku perlu dia, untuk keseimbangan hidupku.
Bulan Mei 2009 X menyampaikan berita yg menjadi masalah besar. Aku sangat terganggu, gusar, marah, kecewa, difitnah dan stres. Bukannya menyodorkan bahunya ketika aku menangis, ia malah memojokkanku. Mungkin maksudnya supaya aku bangkit melawan ketidakadilan, tapi aku tidak butuh kata-kata saat itu. Aku butuh seorang sahabat yg menangis bersamaku, seperti saat kami ngakak dulu. Bukan yg membahas aku dengan teman lain, justru di belakangku..
Ini bulan kelima aku tak berkomunikasi dengannya. Aku belum siap untuk dekat lagi, terutama karena masalah itu meninggalkan luka hati yg masih menganga. Marah, tidak, Maaf, sudah. Lupa, beloooon..
Malam ini tiba2 aku ingat X, sahabat yg kukenal cukup tangguh. Ia seolah selalu punya jawaban untuk setiap masalah. Aku selalu mendoakannya, untuk semua hal baik yang boleh terjadi dalam hidupnya. Samson juga perlu Tuhan toh?
Malam sudah larut, warnet mau tutup nih.. diujung bawah kulihat tagihan. 2300. Ok lah, selamat malam, X. Meskipun kita tak berhubungan, aku ingin kau tahu bahwa kita tetap bersahabat.
Miss u, X..
Walaupun jauh, kami masih kerap bercerita via telp rahasia besar-kecil bahkan hingga cerita2 gak penting. Kehidupannya yg "menaik" dan sukses butuh orang sepertiku untuk keseimbangan hidupnya. Orang2 diluar kehidupan sosialnya. Yg bisa ngomong sak enake wae. Yg bisa bikin dia ketawa ngakak dan curhat bahkan yg tak terpikirkan orang lain saat melihatnya sehari-hari. Dia perlu aku.
Tak lengkap rasanya kalau tak sampai kesedihanku di telinganya. Tak puas rasanya kalau aku tak mentraktirnya walaupun itu artinya semangkok es campur dunia iwan. Aku perlu dia, untuk keseimbangan hidupku.
Bulan Mei 2009 X menyampaikan berita yg menjadi masalah besar. Aku sangat terganggu, gusar, marah, kecewa, difitnah dan stres. Bukannya menyodorkan bahunya ketika aku menangis, ia malah memojokkanku. Mungkin maksudnya supaya aku bangkit melawan ketidakadilan, tapi aku tidak butuh kata-kata saat itu. Aku butuh seorang sahabat yg menangis bersamaku, seperti saat kami ngakak dulu. Bukan yg membahas aku dengan teman lain, justru di belakangku..
Ini bulan kelima aku tak berkomunikasi dengannya. Aku belum siap untuk dekat lagi, terutama karena masalah itu meninggalkan luka hati yg masih menganga. Marah, tidak, Maaf, sudah. Lupa, beloooon..
Malam ini tiba2 aku ingat X, sahabat yg kukenal cukup tangguh. Ia seolah selalu punya jawaban untuk setiap masalah. Aku selalu mendoakannya, untuk semua hal baik yang boleh terjadi dalam hidupnya. Samson juga perlu Tuhan toh?
Malam sudah larut, warnet mau tutup nih.. diujung bawah kulihat tagihan. 2300. Ok lah, selamat malam, X. Meskipun kita tak berhubungan, aku ingin kau tahu bahwa kita tetap bersahabat.
Miss u, X..
Langganan:
Entri (Atom)